ALLAH DIUTAMAKAN

AMAL DIPERTINGKATKAN

Peringatan….

Sebarang penulisan atau artikel di dalam blog ini tidak boleh dijadikan Rujukan Utama kerana penulis blog ini hanyalah insan biasa yang masih belajar mengenal erti hidup sebagai khalifah Allah..

Sebarang komen dan cadangan penambahbaikan sangat2 di alukan…Emailkan kepada marshall_niz@yahoo.com

:: SURAT SAYANG DARI ALLAH SWT ::

بسم الله الرحمن الرحيم
Salam sayang buat semua...


Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun
hanya sepatah kata meminta pendapatKU
atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi
dalam hidupmu hari ini atau kemarin .......

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi bekerja ........
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU
tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti
dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk ..........

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama
lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian
AKU
Melihat engkau menggeerakkan kakimu. AKU berfikir
engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari
ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk
mendengarkan kabar terbaru.

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU
menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua
kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk
mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk
berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau
tidak
menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut
namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang
AKU
berikan, tetapi engkau tidak melakukannya ........
masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau
akan
berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang
kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang
harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV,
engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari
didepannya,
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg
ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat
engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi
kembali kau tidak berbicara kepadaKU ..........

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa
AKU selalu hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar
terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap
hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau
syukur dari hatimu.

Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan
kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari
ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU
........Tapi yang KU tunggu ........ tak kunjung tiba
...... tak juga kau menyapaKU.

Subuh ........ Dzuhur ....... Ashyar ...........
Magrib .......... Isya dan Subuh kembali, kau masih
mengacuhkan AKU .....
tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak
ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk
bersujud kepadaKU ...........

Apa salahKU padamu ...... wahai hambaKU?????
Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan,
harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan,
anak-anak yang
KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat
kepadaKU ............ ..!!!!!!!

Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap
berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon
perlindungan KU, bersujud menghadap KU ....... Yang
selalu menyertaimu setiap saat ..........

P/S : Besok penulis akan bertolak pulang ke Terengganu..yeaa..!! :) Nak tahu kenapa? Sebab entry sebelum nie la..x tau? bace je la kat bawah tu...Kepada teman2, semoga anda berbahagia dan menikmati keindahan dan kemakmuran Negeri Terengganu Darul Iman.. :)

2 comments:

Abu said...

“Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Izin memberikan masukan

Allah Ta’ala berfirman
yg artinya:

“Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempuyai anak.” Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”
[QS Yunus, 10:68]

Allah mengingatkan bahwa
ketika orang Yahudi dan Nasrani
berkata bahwa “Allah mempunyai anak”

Maka sesungguhnya mereka telah berdusta atas nama Allah.
Mereka mengatakan Allah telah begini dan begitu
(menurut persangkaan dan tebak-tebakan mereka)
padahal Allah tidak demikian.

Maka hendaknya kita
sebagai kaum Muslimin
tidak juga mengikuti langkah-langkah Yahudi dan Nasrani
antara lain dengan mengatakan
Allah telah begini dan begitu
berdasarkan khayalan, tebakan dan persangkaan

Walaupun penulis awal artikel “Surat Sayang dari Allah SWT”
mungkin mempunyai niatan yg sangat baik
namun niat yg baik
harus juga dijalankan dengan cara yg baik

(Tidak boleh orang melakukan perampokan dan pencurian
dengan niatan baik, “menafkahi anak dan istri”)

Maka demikian pula
niatan yg baik untuk menasihati kaum muslimin agar ingat kepada shalat
hendaknya juga dgn cara2 yg baik
antara lain dengan menyampaikan ayat Al Qur’an dan hadits2 shahih
atau artikel para Ulama

Dan lebih baik dihindari cara2
yg (ternyata) menipu
antara lain:
1. “Surat Sayang dari Allah”. Dimana suratnya? Di Zabur? Taurat? Injil? Shuhuf Musa? Shuhuf Ibrahim? Al Qur’an? Surat dan ayat yg mana?
2. Menulis bahwa Allah berkata demikian, padahal kita tidak tahu apakah benar Dia telah berkata demikian
3. Menulis bahwa Allah berpikir demikian, padahal kita tidak mempunyai bukti bahwa Dia memang berpikir demikian
dll

Bolehkah kita berkata:
“Pak RT menghimbau
agar penduduk RT sekitar sini
diharapkan agar mengumpulkan 10.000 rupiah per kepala
yg semuanya akan disedekahkan kepada fakir miskin di RT sebelah.”

Padahal Pak RT sama sekali tidak pernah berkata demikian.

Kalaulah berdusta atas nama Pak RT saja tidak boleh,
apalagi berdusta atas nama Allah.

Sekali lagi
mari kita renungkan lagi Firman Allah yg artinya:
“Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”
[QS Yunus, 10:68]

Wallahu’alam
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

saif al nidham said...

Alhamdulillah..terima kasih atas perkongsian dan pandangan saudara...InsyaAllah akan lebih berhati-hati pada masa akan datang...syukron..